Tujuan Hidup dan Kesuksesan bukan Hal Sepele, Terkadang Membuatmu Ingin Kembali Menjadi Bayi

“Aku merasakan kenikmatan saat berbaring karena semuanya terasa membebaniku, aku melihat ke atas ada biru, abu-abu atau hitam. Aku seperti melebur dalam suasana. Selama sepersekian detik aku merasa bebas dan bahagia polos bagaikan alien atau bayi.”

Penonton film serial drama komedi Inggris The End of Fucking the World pasti tahu kutipan kata di atas yang diucapkan tokoh Alyssa saat menatap langit. Kenapa saya menuliskan kutipan tersebut sebagai pengantar tulisan? karena saya juga turut merasakan saat menatap langit merasa bebas dan polos bagaikan bayi, namun tiba-tiba saya tertampar oleh ingatan bahwa saat ini sudah berumur 24 tahun. Biasanya usia yang memasuki 25 tahun mengalami Quater Life Crisis, walaupun tidak semuanya mengalami tetapi sebagian orang pasti mengalaminya. Situasi dimana seseorang telah mencapai keadaan yang cemas, sulit menentukan pilihan, kebingungan dengan tujuan hidupnya, dan timing yang pas merencanakan kata “kesuksesan” yang akan dicapai.

Selayaknya manusia normal pada umumnya, setiap orang tentu memiliki tujuan hidup masing-masing. Kalau tak punya tujuan hidup tentunya kamu akan merasa hampa dan kosong rasanya. Untuk menemukan tujuan hidup kamu harus mengetahui apa yang kamu cintai dan apa yang kamu benci atau bikin kamu marah, misalnya kamu marah dengan orang yang hidupnya kurang bermanfaat, intoleransi, terlalu fanatik hingga akhirnya mengolok-olok orang yang tak sepaham, nah itu bisa dijadikan poin sebagai tujuan hidupmu entah menjadi seseorang yang ingin menjalani hidup dengan selalu bermanfaat dan lainnya.

Setelah memikirkan tujuan hidup tentunya juga mengidamkan diri untuk mencapai sebuah keberhasilan hidup yang sering kali disebut “sukses”. Terkadang orang-orang menyebut sukses itu yang berhubungan dengan status, kekayaan, kekuasaan, atau lainnya yang berhubungan dengan materi, padahal sukses itu juga bisa diartikan bila seseorang menemukan kedamaian, kebahagiaan, bisa bermanfaat untuk orang sekitarnya. Yaps definisi sukses menurut masing-masing orang itu berbeda-beda.

Dalam menjalani kehidupan lebih baik apabila tidak ada statement untuk dirimu sendiri bahwa kamu akan menjalani hidup seperti air mengalir, pasrah tanpa usaha dan tujuan apapun. Setidaknya miliki tujuan misalnya mengajak ibu untuk naik haji, kemudian bikin daftar yang perlu kamu lakukan untuk mencapai tujuanmu itu sehingga kamu memiliki bayangan yang akan kamu capai. Dengan memiliki tujuan, kita dapat belajar bagaimana tanggung jawab terhadap diri dan kehidupan sendiri sekaligus belajar dari kegagalan, karena dari kegagalan kamu menjadi tahu kelemahan dan kekurangan kamu yang akhirnya membuat kamu untuk intropeksi diri lalu memperbaiki diri.

Dalam mencapai kesuksesan juga perlu bekerja keras menggunakan hati bukan sekadar bekerja pakai kaki, tangan dan otak. Dengan menggunakan hati tentunya kamu layak untuk mendapatkan apa yang ingin kamu capai. Apapun itu yang sedang kamu kerjakan entah itu pekerjaan besar maupun sepele, kerjakan dengan penuh kesungguhan supaya bisa bekerja semaksimal mungkin dan meraih hasil yang lebih baik, bukan sekadar yang penting sesuai rata-rata atau udah lumayan.

Ohh yaaa…, juga jangan sekadar mengejar uang atau tolak ukur keberhasilan berdasarkan materi, karena bakalan lelah untuk mengejarnya. Alih-alih hidup bahagia malahan merasakan kekosongan. Jika kamu mencantumkan materi untuk tujuan utama kamu lebih baik pertimbangkan ulang, karena kebahagiaan lebih berharga bandingkan dengan pencapaian materi yang kemungkinan membuat kita menjadi buas tanpa mengkhawatirkan nasib orang sekitar.

Nah, agak susah yaa harus bijak memilih jalan hidup jangan sampai salah, karena itu rutinlah meninjau ulang tujuan kamu, supaya apa yang kita lakukan relevan dengan tujuan kita dalam menjalani hidup. hmmm.. bukan maksud untuk sok-sokan mengarahkan kamu untuk punya tujuan hidup, paling tidak saya membagikan yang sedang saya pikirkan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *