Tepi-Kota-Cafe-Salatiga

Menemani suami ke Salatiga, kali ini ada project memotret event “Membaca Ulang Damalung di Ruang Kontemporer”, pameran seni dan riset, pertunjukan seni pemutaran film Dokumenter Damalung dan diskusi budaya yang kebetulan sekali pembicaranya ada Mas Abimardha Kurniawan dan mba Saras Dewi, diskusi yang ada kaitannya dengan filologi. Sesi diskusi budayanya ternyata siang nanti di jam 15.00 wib dan kita sudah tiba di Salatiga jam 9 pagi, sembari menunggu sesi diskusi saya memutuskan untuk explore Salatiga sendiri, karena waktunya lumayan lama jadilah rehat sejenak di Tepi Kota Cafe, tempatnya nggak begitu jauh dari event. Naik Grab bike memerlukan 15 menit saja dari 1915 Arts Koffie Huis yang lokasinya berada di pusat kota.

Tepi Kota Cafe Salatiga

Kabur ke Tepi Kota Cafe sejenak adalah pilihan yang tepat. Selain karena jaraknya yang nggak begitu jauh, juga karena di sana tempat yang menarik, adem dengan pemandangan yang menyegarkan.

Kali ini saya datang ke Tepi Kota Cafe, berangkat naik grab bike dari lokasi 1915 Arts Koffie Huis. Asli saya seneng banget karena rute yang dilewati banyak pepohonan dan kali pertama banget nih masuk hingga di pedalaman Salatiga.

Sesampai disana disambut dengan pemandangan cafe yang homey banget, banyak pilihan area bersantai. Saya lebih suka yang di sisi paling belakang tepatnya teras rumah joglo soalnya ada banyak tanaman dan dekat dengan pepohonan. Begitu duduk, saya langsung bengong dan merasa dejavu dengan suasananya haha. Berandai-andai memiliki ruang berkarya seperti ini, jadinya bisa menulis sambil melihat pemandangan kebun.

Tepi Kota Cafe
Spot Cafe di bagian belakang.

Area Cafe

Tepi Kota Cafe ini bisa dibilang cafe outdoor yang dikhususkan anak muda soalnya ternyata disini tuh sering dipakai untuk pelatihan dan upgrade skill-nya anak muda, tapi kalau mau ajak keluarga kesini juga bisa sih karena tempatnya luas dan ada mushola yang worth it.

Ada beberapa spot-spot tempat duduk yang unik. Ada yang di semi outdoor bisa sambil melihat sawah, di dalam rumah joglo dengan ornamen yang unik, dan outdoor.

Cafe-Tepi-Kota
Spot Indoor di rumah joglo.

Menu Kompleks

Di Tepi Kota Cafe ini ternyata nggak hanya jual kopi dan snack, ternyata ada makanan berat juga. Dari segi harga standar sih 20ribuan. Uniknya disini ada kebab yang baru kali ini saya temukan di menu cafe, yaudin pesan kebab deh, ternyata rasanya enak banget dan dalamnya ada banyak sayurannya, wah masuk daftar kebab favorit saya nih.

Menu-Tepi-Kota-Cafe
Menu Kebab.
Menu-Cafe-Tepi-Kota
Menu Minuman di Tepi Kota Cafe.
Menu di kafe Tepi Kota
Menu Makanan di Tepi Kota Cafe.

Setelah menikmati kopi susu dan kebab, saya lanjut menulis blog. Rintik hujan terdengar bersahut-sahutan saling dialog diantara sesama hujan, bersyukur rasanya diberi kesempatan memandangi eloknya suasana saat hujan di dekat pepohonan dan tanaman hehe sudah lama rasanya tidak merasakan suasana seperti ini, yaa maklumlah yaa saya seringnya melihat tembok rumah haha.

Tepi Kota Cafe

Dah, gitu saja yaa cerita kali ini. Anw, ada bonus foto di paling akhir tulisan ini hihiā€¦

Tonton juga Video Reels di Instagram :

https://www.instagram.com/reel/CoT-Ta3DM3m/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

Tepi-kota-cafe
Tepi-kota-cafe-salatiga

Related Posts

11 thoughts on “Rehat Sejenak di Tepi Kota Cafe

  1. Mbak, puasa kayak gini aku galfok sama kebabnya. Benar2 menggiurkan ya, heheheh. Tempatnya oke banget dan sejukkkk. Semoga kapan2 bisa nyampe situ, oke banget buat foto2 ya…

  2. Waah…ini di Salatiga yaa? Ih jadi pengen mampir deh klo pas nyekar ke makam kelg di sana. Suasananya tampak menyenangkan sekali… Terimakasih infonya mba…

  3. Wah, aku yang domisili Salatiga malah baru tahu ada kafe ini. Soalnya jarang main, hehehe. Kapan-kapan perlu nih, mampir kesini. Makasih informasinya ya mba

  4. Wah, kafenya unik dan menarik nih. Tempatnya kelihatannya asyik banget buat nongki2. Kelihatan adem krn banyak pohon. Sayang jauh euy dr rumah.

  5. Jadi kangen rumah simbah, mirip2 begitulah suasananya. Udah bertahun2 tidak ke sana karena simbah udah nggak ada semua. Cafe ini bisa mewakili suasana di sana, kapan2 kudu mampir ke sini nih. Berasa homey banget saat melihat foto2nya loh.

  6. Salatiga tuuh banyak banget kafe asri dan hidden yg blm tereksplor nih, kayaknya next pas ke sana bakal mampir juga deh, klo liat tempatnya enaak buat sambil nulis

  7. Nyaman ya suasana kafenya, jadi betah nongkrong di sana deh, yang 1915 kafe huis aku pernah ke sana tapi belum ditulis ey

  8. nyaman sekali ini ya mba, untuk refreshing dan recharge hati supaaya semangat lagi menjalani hari-hari, moga ada rejeki bisa mampir ke sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *