Pasung Jiwa untuk Cegah Konsumerisme

Era globalisasi dan mudahnya mendapatkan informasi melalui berbagai sarana teknologi dapat memengaruhi masyarakat untuk berperilaku konsumtif. Satu sisi, globalisasi membawa dampak yang positif bagi masyarakat, misalkan dalam melakukan aktivitas semakin mudah dengan adanya perkembangan teknologi,  namun disisi lain globalisasi dapat menimbulkan dampak negatif seperti krisis sosial-budaya dalam masyarakat, serta semakin merebaknya gaya hidup konsumerisme dan hedonisme.

Gaya hidup konsumetrisme lebih cenderung didominasi oleh perempuan.

Gaya hidup konsumerisme selalu dekat dengan perempuan karena perempuan lebih mengutamakan rasa daripada berpikir rasional, perempuan menyukai keindahan dan kesempurnaan. Maka dalam kehidupan ini banyak perempuan modern yang terjerumus dalam rangkaian kehidupan yang berkejaran dengan nafsu keinginan, sebagai contoh, adalah gaya hidup perempuan sekarang ini yang cenderung mengikuti arus modernisasi. Di kalangan perempuan, rasa ingin menunjukkan bahwa dirinya juga dapat mengikuti mode yang sedang beredar sangatlah besar. Padahal mode itu sendiri selalu berubah sehingga para perempuan tidak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya.

Banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan seseorang berperilaku konsumerisme, diantaranya  Faktor dari dalam diri individu seperti dinyatakan sebelumnya, setiap orang memiliki motivasi dari dalam dirinya untuk berprilaku konsumerisme. Pengaruh individu lain, salah satu sifat negatif yang dimiliki manusia yaitu mudah sekali terpengaruh, misalnya saja terpengaruh oleh iklan-iklan yang berkembang di pasaran. Supaya tidak dikatakan ketinggalan zaman, mereka rela menghabiskan uang demi hal yang kurang penting.

Konsumerisme ini perlu dipahami bahwa setiap perempuan dari semua kalangan harus mampu memprioritaskan konsumsi pada hakikat awalnya, dengan tanpa mempersoalkan kondisi sosio-budaya dimana manusia itu tinggal. Manusia yang bermukim di wilayah dingin.

 Maka dari itu, perlu adanya usaha minimal dengan memberikan informasi tentang perilaku konsumtif yang terjadi di kalangan perempuan, yaitu dengan cara melakukan “kampanye konsumerisme di kalangan perempuan”. Dengan mensosialisasikan pemahaman tentang perilaku konsumtif remaja tentang pengertian, pemahaman serta dampak-dampak apa saja yang dapat ditimbulkan dalam diri perempuan akibat dari perilaku konsumtif. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi semua kalangan remaja untuk menarik diri dari jeratan konsumerisme yang semakin tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *