Langkah Baikmu Berarti

Source : Unplash

Satu langkah hari ini..
Langkah baikmu begitu berarti..”

Penikmat lagunya Maliq & D’Essentials pasti tahu dong judulnya. Eitsss.. tapi bukan waktunya untuk bernyanyi yaa.

Baru sebulan lebih dua hari di tahun 2022 ini berlalu. Saya yang tiga bulan sebelumnya biasanya menyelesaikan checklist target bulanan, musti memupus harapan karena Januari kali ini bisa jadi semumet itu. Ada banyak list target dan beberapa hal yang ingin saya pelajari, nah karena ngoyo dan belajarnya dalam waktu bersamaan jadi ada beberapa yang terlewatkan begitu saja. Termasuk target “satu bulan satu buku” dan memulai bercocok tanam sayur di rumah.

Ciptakan habitnya dulu, baru tentukan target.”

Target terbentuk setelah membentuk “HABIT” justru membuat kita terbiasa melakukannya, ngga merasa terbebani.

#Catatanmentoring

Dan sebelumnya aku bikin polanya malah kebalikannya, fokus meraih hasilnya atau menentukan langsung targetnya. Makanya jadinya yang kita lakukan seolah seperti beban yang harus dikerjakan. Duhhh..

Materi dari mentoring mengulas bahwa memulai perubahan itu sebaiknya diawali dari menentukan identitasnya dulu baru kemudian prosesnya dan menjaga konsistennya hingga hasil pun akan mengikuti.

Bener juga sih, baiknya ciptakan habitnya dulu, small habit itu berpengaruh dalam kehidupan. Terlepas dari habit yang positif yaa, misalnya kita punya habit suka baca buku tapi lagi males terus absen, besoknya absen lagi dan ujungnya jadi engga pernah baca buku. Kayak yang seolah kegiatan yang santai kita tinggalin ujung-ujungnya kasih powerfull impact yang ngga bagus dalam kehidupan kita. Contoh lain olahraga, makan – makanan yang sehat.

Nah, dibalik keadaan positif habit, memulainya pasti susah tapi dengan “take a small step” lalu adaptasi dulu habit yang kita mampu paling gampang jangan langsung pengen perubahan yang langsung signifikan. Satu persatu karena satu langkah baikmu begitu berarti, satu langkah dari hati. Yaiyaaaaaa…

Susahnya itu, biar konsisten gimana? nah itu dari ulasan mentoring dijelaskan kalau baiknya dimulai dari membiasakannya dan membina diri untuk keep on track. Pasti bisa dengan merubah pola fikirnya biar happy dan enjoy sama prosesnya, tidak lagi seperti dikejar sama target dan tekanan kuantitatif.

Saat ini yang sedang pelan-pelan saya bangun habit yaa kayak olahraga 5 menit sebelum kerja dengan berangkat naik sepeda karena estimasi jarak yang ditempuh yaa sekitar 5 menit dan ngga ada beban apapun saat menjalankannya, enjoy bahkan jadi bisa menikmati pemandangan sekitar. Kalau sebelumnya memberi target seminggu sekali olahraga 1 jam, sekarang ngga ada target, cuma aktivitas bersepedanya masuk dalam tambahan habit rutinitas yang sudah ada. Lalu, membangun kesadaran kalau ini bukan mengejar angkanya tapi pola hidup sehatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *