Kisah Klasikku dalam Sepucuk Surat, bukan Surel

Dari : Senja

Untuk : Malam

Ingatkah kau pada surat terakhir yang dibawa seekor merpati untukmu?

Surat yang kini ku tulis akan membawamu kembali mengulas masa lalu, mengenang kisah klasik sebelum kita dipertemukan era modernisasi yang serba canggih. Aku berharap ketika kau membaca surat ini, dirimu bernostalgia pada kata-kata yang meluluhkan diriku, mengantarkan hatiku pada hatimu. Sepucuk surat yang penuh leksikal romantika. Rindukah engkau pada surat itu? Sebelum aku membahas perihal rinduku pada surat menyurat yang pernah kita lakukan, izinkan aku mengulas perihal surat itu sendiri.

Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Fungsinya  mencakup lima hal: sarana pemberitahuan, permintaan, buah pikiran, dan pedoman kerja. (1) pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat maka nilai yang tercantum di perangko harus semakin besar juga.

( di unduh di https://id.wikipedia.org/wiki/Surat pada 18 Oktober 2016 pukul 18.32 WIB)

Sekilas tentang perkembangan surat di dunia. Jaman dahulu kala, surat sudah dikenal sebagai sebuah sarana mnyampaikan ungkapan dalam bentuk tulisan. Pengirimannya dilakukan dengan beberapa cara yang sangat unik, diantaranya mengirimkan dengan cara melarungkan surat dimasukkan kedalam sesuatu yang bisa mengapung di laut. Kemudian pengiriman dengan menggunakan binatang (khususnya merpati). Seperti yang dulu pernah aku lakukan untuk perantara berkirim surat padamu yang di pulau seberang, walaupun memang akurasi atau ketepatan sampainya surat itu masih menjadi pertanyaan. Karena bisa saja surat itu tidak sampai atau sampai kepada penerima yang tidak semestinya. Meski seperti itu cara pengiriman itulah yang menjadi awal pengiriman surat.

Setiap tanggal 9 Oktober, kita memperingati Hari Surat Menyurat Sedunia. Surat memang memiliki sejarah yang panjang dalam peradaban kehidupan manusia. Kegiatan surat-menyurat pertama kalinya berada di Mesir pada 2000 SM. Uniknya pada jaman dahulu di tulis di papyrus, ataupun kain linen. Kemudian di bungkus dengan kain, kulit binatang, atau sayuran untuk di kirim.

Dewasa ini, ditengah perkembangan media elektronik, surat dalam bentuk tulisan tangan di media kertas tetap menjadi salah satu media yang sangat penting. Sebagai contoh, dalam setiap penerimaan pekerjaan, surat lamaran selalu ada sebagai salah satu syarat lamaran yang formal.

Surat telah menemani perjalanan hidup kita.  Berawal semasa sekolah dasar yang sering kali kita gunakan untuk surat ijin tidak masuk sekolah, kemudian kita tumbuh menjadi remaja yang sedang dirudung jatuh cinta yang pertama atau sebut saja cinta monyet kerap surat kita gunakan untuk berkirim kabar atau berkirim puisi untuk pujaan hati. Lalu semasa kita sudah dewasa, kita gunakan surat untuk melamar pekerjaan. Dan terakhir ketika sudah memasuki usia tua, kita gunakan surat untuk menulis wasiat perihal warisan yang seringkali disebut surat wasiat.

Cukup sampai disini ulasan perihal kisah klasik kita, ku berharap kau tak melupakan perihal surat ini. Semoga surat menjadi awal dan akhir perantara komunikasi kita hingga akhir waktu.

Salam Kenangan

Senja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *