Jika Kau Terluka, Akupun Tersiksa

Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.

Kalimat itulah yang tersisip dalam novel karya Ita Sembiring yang berjudul When a Man Lost a Woman pada halaman 49. Bagi pembaca yang sudah pernah membacanya pasti tahulah kutipan kalimat itu. Dalam kalimat tersebut menyimpulkan bahwa air sebanyak apapun hingga sungaipun tak mampu mengahanyutkan cinta. Dan butuh proses yang lama untuk menumbuhkannya, sama halnya pohon yang telah gundul akan susah menumbuhkannya bakal butuh waktu lama menunggunya tumbuh, walau dengan hujan sewindupun tak akan mudah untuk tumbuh seperti rindang sebelumnya.

Indonesia merupakan Negara yang kaya hutan, dari sabang sampai merauke berjajar – jajar pohon dimana-mana hingga sebagian masyarakatnya mengais rezeki melalui pohon-pohon di hutan. Entah itu hutan lindung atau hutan liar yang pohonnya bebas ditebang,  tergantung ketegaan manusia itu sendiri, dia hanya memikirkan uang ataukah juga memerhatikan perasaan Ibu Pertiwi, padahal sudah lama Ibu Pertiwi memberi aba-aba jangan bertindak ceroboh, jangan buat hutan kita terluka, karena jika luka ada pada dirinya maka aku dan kamu akan tersiksa.

Terungkapnya aksi perambahan hutan di Kawasan Hutan di Nusantara. Bukti bahwa ini semacam hal kekejaman manusia pada alamnya. Mereka tak memikirkan perasaan pohon-pohon yang biasanya melambai-lambai dengan tenang, menontonkan bakat tariannya pada udara, mengahasilkan oksigen untuk kelangsungan hidup manusia, memfilter udara kotor. Semua dilakukan untuk manusia, namun kenapa beberapa manusia tega terhadapnya.

Kendati ada hujan, namun hujan itu tak mudah menumbuhkannya, bayangkan ketika hujan itu tangisan Ibu Pertiwi apa yang akan terjadi? Mungkin hutan kita semakin mengenaskan, akan terhipnotis tangisan Ibu Pertiwi hingga semua pohon di hutan menangis tersedu-sedu. Hutan merasakan luka dari manusia yang konon ia cintai hingga diberi segala hal untuk manusia.

Hutan yang gundul akan berakibat pada rendahnya kualitas oksigen yang semakin menurun karena pohon-pohon memiliki peran penting dalam pembentukan oksigen yang dibutuhkan manusia, alam semakin panas karena pohon sebagai peneduh berkurang jumlahnya hingga sinar matahari mampu menyengat kulit, banjir akan terjadi karena akar pohon bisa menyerap air hujan yang meluap sehingga saat ada banjir itu airnya bisa terserap, kemudian bisa membuat kekeringan karena jumlah pohon menjadi sedikit hingga air tanah menjadi sedikit.

Ketika hutan gundul menjadi terluka, kita juga akan dapat imbasnya berupa siksaan. Entah kapan manusia pelaku penebangan liar itu akan tersadarkan atau tidak, semoga suatu saat nanti terketuk terbentur dengan tindakanmu yang pernah kau lakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *