Insomnia? Kemungkinan Ada yang Kangen!

Sebulan yang lalu saya mengalami insomnia, untuk tidur saja perlu perjuangan hingga akhirnya merasakan lelah memaksakan diri. Saya cemas dengan kondisi saat itu, ketidakmampuan untuk tertidur di malam hari berakibat terkurasnya energi, suasana hati dan berkurangnya kemampuan mengerjakan sesuatu di siang hari. Kala itu saya sudah mencoba berbagai macam tips supaya cepat terlelap, seperti; minum susu hangat, menyalakan lampu tidur, memutar musik relaksasi, dan membaca buku. Ternyata tips tersebut gagal diterapkan pada diri saya. Sedih rasanya menatap jam berkali-kali dan menanyakan pada diri “kenapa sih kok aku ngga bisa tidur?” karena suasana hati yang tak karuan lantaran esoknya harus menyelesaikan deadline pekerjaan. Insomnia ini melekat bukan hanya seminggu, melainkan sebulan. Sungguh menyiksa!

Saya merasa tidak nyaman dengan kondisi ini, karena tips dari beberapa teman pun tak membantu pemulihan diri. Saya sempat tergiur membeli obat tidur di apotek tetapi takut kecanduan dan membahayakan tubuh saya, akhirnya saya enggan untuk membeli. Eits, saya juga pernah mencoba menelan pil “Antimo” yaa hasilnya langsung tertidur tapi setelah bangun rasanya ada yang mengganjal dengan perasaan, pikiran dan agak pusing.

Saya mencoba untuk menganalisa yang terjadi pada diri saya, sekaligus membaca beberapa jurnal yang membahas insomnia. Saya catat faktor-faktor penyebabnya dan cara penyembuhannya. Yaps seperti melakukan studi kasus, dengan mind mapping membantu saya untuk memecahkan masalah dengan mengetahui faktor penyebab, dan mendapatkan solusinya.

Jangan anggap kena insomnia itu sepele! sebelum saya merasakan insomnia yang berkepanjangan, saya beranggapan bahwa insomnia itu hal biasa yang besoknya bakalan normal kembali. Nyatanya terjadi pada diri saya dengan waktu yang tidak sebentar dan sangat menyiksa energi dan daya pikir. Saya jadi sering blank sehingga tidak nyambung jika diajak bicara, cenderung sering pusing dan pernah pagi hari mengalami keringat dingin.

Faktor yang menyebabkan seseorang mengalami insomnia, biasanya nih kita menerkanya gara-gara kelamaan seharian pegang gawai atau siangnya sudah tidur atau mungkin lagi ada yang kangen nih, hahaha. Iya soalnya pernah baca kalau kita susah tidur berarti ada seseorang yang sedang merindukan kita, wkwkwk dengan pedenya saya juga setuju dengan argumen itu. Ternyata seseorang bisa kena insomnia yaa karena sedang mengalami masalah emosional seperti stress, cemas, selain itu kesehatan fisik dan telah menjadi rutinitas begadang di malam hari.

Terkadang insomnia hanya berlangsung beberapa hari dan hilang dengan sendirinya, seperti yang saya pikir sebelumnya. Mulanya saya terkadang mengalaminya di saat besok melakukan presentasi atau besok mau ketemu seseorang spesial, namun di hari selanjutnya saya tidur normal kembali. Beda dengan sebulan yang lalu, waktu yang cukup lama. Saya baru mengetahui faktor penyebab kena insomnia karena mengalami; kecemasan, stress, dan depresi. Selama sebulan yang lalu memang saya sedang dalam kondisi yang stress dan cemas karena memasuki seperempat abad fase kehidupan ya begitulah galau berkepanjangan. Sebenarnya itu yang sedang saya khawatirkan setiap hari, akan tetapi saya baru menyadarinya. Penyebab lainnya insomnia seperti kemarahan, kekhawatiran, kesedihan, gangguan bipolar, trauma dan bisa juga disebabkan karena penyakit medis termasuk alergi, penyakit Parkinson, termasuk asma, alergi, hipertiroidisme, refluks asam, kanker dan penyakit ginjal.

Nah, setelah udah tahu penyebabnya, langkah berikutnya pasti ingin segera menyembuhkan insomnia. Tidak mudah proses menuju sembuh dan perlu menyesuaikan dengan membiasakannya sehari-hari. Jangan mengatasi insomnia dengan sesuatu yang malahan memberi dampak buruk, seperti mengkonsumsi obat tidur, obat sejenis Antimo dan alkohol. Alih-alih menyembuhkan insomnia malahan lebih mengganggu tidur dalam jangka panjang dan hindari minum kopi berlebihan di siang hari. Nah, ini yang sedang saya coba, sebelum saya berbaring di kasur, saya melakukan latihan pernapasan dan memfokuskan diri untuk masuk dalam ritme musik relaksasi, membuat catatan singkat di kertas tentang yang dikhawatirkan maupun ide yang muncul yaa seperti menulis diary, saya lakukan hingga rutin. Akhirnya setelah melaluinya sebulan, saya perlahan sembuh dari insomnia

Jadi apabila ada yang salah dengan pola hidupmu atau mengalami insomnia, sebaiknya emang kudu coba menuliskan kekhawatiran dirimu di diary supaya lega dan terhindar dari tekanan batin. Kemungkinan jika dilakukan rutin, cara ini pasti berhasil! soalnya saya udah mencobanya loh!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *